Selasa, 12 Januari 2016

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, khalik langit dan bumi. Karena dengan penyertaan, bimbingan, hikmat dan kekuasaan dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai pemaparan materi Sejarah Peminatan Perang Dunia I.
Materi yang disampaikan kali ini mengacu pada kumpulan dari berbagai informasi mengenai proses, keadaan serta pengaruh dari Perang Dunia I. Perlu diketahui pembuatan makalah ini merupakan sarana kami untuk bisa berbagi ilmu dan pengetahuan mengenai materi yang dipaparkan , melalui makalah ini kami menyusun materi secara jelas dengan harapan bahwa semua pembaca dapat memahami dengan baik mengenai materi Perang Dunia I
Tim penyusun sangat menyadari tentu masih ada isi makalah ini yang belum ideal dan perlu penyempurnaan. Demi perbaikan dan penyempurnaan, segala masukan,baik berupa kritik maupun saran terhadap isi makalah ini,akan kami terima dengan senang hati.Segala keberatan dan keluhan pun akan selalu kami tampung.
Akhir kata, terimakasih dan selamat membaca.


Tim Penyusun








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................................
i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................
ii
BAB I
PENDAHULUAN ........................................................................................
1.1.     Latar Belakang ......................................................................................
1.2.     Maksud .................................................................................................
1.3.     Tujuan ...................................................................................................
1
1
1
1
BAB II
ISI  ................................................................................................................
2.1.     Pengertian Perang Dunia I ....................................................................
2.2.     Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I ..........................................
2.3.     Alur Peristiwa Perang Dunia I ..............................................................
2.4.     Akhir dari Perang Dunia I .....................................................................
2.5.     Konsekuensi Politis , Ekonomi, Sosial Dan Budaya Perang Dunia I ...
2
2
2
5
6
8
BAB III
PENUTUP ....................................................................................................
3.1. Kesimpulan ............................................................................................
3.2. Daftar Pustaka ........................................................................................
12
12
13








BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Sejarah panjang perjuangan sebagian besar bangsa negara dalam gencarnya Perang Dunia I merupakan peristiwa yang sangat memiliki pengaruh bagi bangsa di negara – negara lainnya. Tentu saja peristiwa yang bersejarah tersebut akan mengundang rasa keingintahuan mengenai runtutan peristiwa dimulai dari penjelasan , latar belakang , alur terjadinya perang, sampai akhir dari Perang Dunia I terjadi yang membawa dampak bagi negara – negara lain di Dunia. Oleh karena itu makalah ini disusun sedemikian rupa untuk memberikan pengetahuan mengenai peristiwa Perang Dunia I

1.2.Maksud

1.2.1.      Memberi pemaparan singkat mengenai peristiwa Perang Dunia I
1.2.2.      Menjelaskan kronologi serta sebab akibat dari Perang Dunia I
1.2.3.      Memberikan gambaran kondisi dan situasi terjadinya perang
1.2.4.      Mengenang kembali peristiwa bersejarah di Dunia
1.2.5.      Mengidentifikasi siapa saja pihak yang terlibat dalam Perang Dunia I

1.3.Tujuan

1.3.1.      Memahami siswa memaami alur Perang Dunia I
1.3.2.      Membantu siswa memahami apa saja yang terjadi pada Perang Dunia I
1.3.3.      Menambah wawasan mengenai sejara dunia
1.3.4.      Mengetahui proses berlangsungnya Perang Dunia
1.3.5.      Dapat mengidentifikasi pelaku perang Dunia I serta dampak yang ditimbulkannya
1.3.6.      Menikmati peristiwa bersejarah di Dunia















BAB II
PEMBAHASAN


2.1.  Pengertian Perang Dunia I
Suatu perang yang berskala besar (28 Juli 1914 – 11 November 1918)\yang melibatkan sebagian besar negara dunia yang jangkauannya antar benua hingga persekutuan militer. Perang dunia telah menimbulkan banyak kerugian dan perubahan era menuju globalisasi.
2.2.  Latar Belakang Perang Terjadinya Dunia I
2.2.1.      Pembunuhan Pangeran Austria yang bernama Franz Ferdinand yang dilakukan oleh sekelompok teroris Serbia di Sarajevo Bosnia pada tanggal 28 Juni 1914. Pembunuhan ini memicu konflik antara Austria dan Serbia.
2.2.2.      Persaingan daera pemasaran dan sumber bahan baku
2.2.3.      Munculnya persekutuan negara negara seperti :
Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia,
Triple Entente : Inggris, Perancis, Uni Soviet
2.2.4.      Perlombaan dalam hal senjata yang pesat sehingga mengancam stabilitas negara lainnya.
2.2.5.      Munculnya paham yang bertentangan yang meninmbulkan konflik. Paham Fasis Totaliter, Demokrasi, dan Komunis
2.2.6.      Penjajahan meluas untuk memperoleh bahan baku
2.2.7.      Munculnya perepcahan di daerah Eropa yang membagi Eropa menjadi 2 bagian yaitu bagian dari  Inggris, Prancis, dan Rusia dan juga bagian dari  Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria.
2.2.8.      Sebab Umum Perang Dunia I :

1.      Persaingan Antar Negara-negara Eropa
Persaingan antara negara-negara Eropa untuk memperebutkan daerah jajahan. Sejak perkembangan industri di Eropa, terutama pada pertengahan abad ke-19, maka negara-negara Eropa berlomba-lomba memajukan industrinya masing-masing, antara lain Inggris, jerman, Perancis, Italia, Belanda dan Belgia. Dalam memajukan perkembangan industrinya, maka negara-negara tersebut berusaha untuk mencari daerah yang banyak penduduknya sebagai tempat penjualan produksinya. Juga agar produksinya tetap terjamin, maka diperlukan bahan baku yang tersedia terus menerus. Karena keinginan mencari sumber bahan baku dan juga mencari daerah pemasaranproduksi industrinya, maka negara-negara industri tersebut berusaha menduduki dan menguasai daerah-daerah bangsa lain di luar negeri. Hal ini menyebabkan berkembangnya penjajahan di dunia. Sasaran penjajahan itu, adalah di benua Asia dan Afrika.
Bangsa Inggris di Asia Tenggara, berhasil menguasai Birma dan Malaysia, sedangkan Perancis menguasai Indo Cina dan Belanda di Indonesia. Inggris yang telah menguasai Afrika Selatan, juga enguasai daerah Mesir yang makin penting artinya sesudah Terusan Suez dibuka pada tahun 1869. Pada waktu Mesir diperintah oleh Khadif Ismail, yang dikenal sebagai pemboros, maka Inggris berusaha mempengaruhinya. Khadif Ismail diberi pinjaman oleh Inggris sejumlah uang yang cukup banyak, sehingga tak mampu lagi mengembalikannya. Akibatnya seluruh saham Terusan Suez, terpaksa berpindah tangan kepada Inggris. Dengan alasan menjaga keamanan di Terusan Suez, maka terusan yang sangat penting ini diduduki oleh tentara Inggris pada tahun 1875. Kerajaan Mesir pada tahun 1882, jatuh juga dibawah pengaryh Inggris. Bangsa Inggris hendak menghubungkan jajahannya di Afrika Selatan dengan kekuasaannya di Mesir. Ekspedisi penaklukan ini dikenal dengan rencana Cesil Rhodes. Ekspedisi ini menduduki Sudan dan sampai ke Rhodesia. Perancis juga berhasil meluaskan jajahannya di Afrika Barat, sehingga menguasai Maroko Tunisia dan daerah seitar Gurun Sahara. Jerman menguasai Afrika Barat Daya, sedang Italia menguasai Tripoli di afrika Utara. (Abdul Hamid, 1981: 178-179)

2.      . Persekutuan-persekutuan Militer
Karena beberapa negara merasa takut akan ancaman dari negara lain yang merupakan saingannya, maka timbulah usaha mencari kawan. Usaha mencari kawan ini, menyebabkan timbulnya persekutuan-persekutuan militer yang bertujuan agar bersama-sama mengahadapi ancaman, atau serangan dari luar.
Pada tahun 1907 Inggris, Rusia dan Perancis, sama-sama membentuk persekutuan militer tiga negara yang disebut Triple Etente. Persekutuan tiga negara ini, dibentuk untuk menghadapi ancaman dari persekutuan militer tiga negara lain yang telah lebih dulu terbentuk yaitu Triple Alliance pada tahun 1882, antara Negara Jerman, Austria – Hongaria dan Italia. Jerman juga membuat perjanjian rahasia dengan Rusia yang dikenal dengan Reinsurance Treaty (Persetujuan untuk jaminan) yang isinya Jerman mendukung minat Rusi untuk merebut Bulgaria dan Rusia akan netral bila Prancis menyerang Jerman.
3.       Perlombaan Persenjataan
Kecurigaan dan ketakutan akan adanya serangan dari luar, menyebabkan masing-masing negara yang bersaing saling memperkuat persenjataannya. Perlombaan persenjataan yang tidak terbatas ini juga makin memperuncing keadaan. Persekutuan-persekutuan militer makin memperkuat diri dengan memajukan persenjataannya.
4.      Krisis Balkan
Krisis di semenanjung Balkan timbul sejak tahun 1875 ketika Turki berhasil menumpas pemberontakan orang Serbia di Bosnia.Rusia menganggap peristiwa itu sebagai penindasan terhadap orang Slav dan menyatak perang terhadap Turki. Turki kalah dan dipaksa memerdekakan wilayah jajahannya di Balkan. Sikap Rusia ini ditentang oleh Austria -Hongaria karena mengancam kepentingannya di Bosnia dan Kroasia. Rusia cenderung membela Serbia.


2.2.9. Sebab Khusus Perang Dunia I
1.  Persaingan antara Austria dan Rusia merebut Balkan
Sejak menjelang akhir abad ke- 19, bangsa Turki yang merupakan penguasa wilayah Balkan, telah makin mundur. Merosotnya kekuasaan Turki di Balkan, menyebabkan bangsa-bangsa di Balkan bangkit untuk membebaskan diri dari kekuasaan Turki. Bangsa Yunani di bawah pimpinan Alexander Ispilanti, mengangkat senjata demi kemerdekaan bangsanya, dan berakhir dengann berdirinya negara Yunani yang merdeka pada tahun 1829. Bangsa Serbia, ingin mendirikan negara Serbia Raya, yang terdiri dari gabungan bangsa-bangsa Slavia di Balkan. Kerajaan Austria, yang dekat dengan Balkan ingin menggantikan kedudukan Turki di Balkan. Hal ini menyebabkan timbulnya pertentangan antara negara Austria dengan negara-negara Balkan, terutama Serbia yang ingin membentuk negara Serbia Raya.
Negara Rusia juga ingin menguasai Balkan agar memiliki daerah di perairan laut Tengah. Hal ini menyebabkan timbulnya pertentangan antara Rusia dengan Austria, juga dengan Turki. Jadi persoalan-persoalan di Balkan menjelang Perang Dunia I ialah:
1) Turki makin merosot kekuasaannya sehingga tak mampu lagi mempertahankan jajahannya di Balkan.
2) Negara Austria yang berbatasan dengan daerah Balkan ingin menggantikan kekuasaan Turki di Balkan.
3) Rusia yang ingin mendapatkan pelabuhan di Tepi Laut Tengah, juga ingin menguasai Balkan.
4) Bekas daerah jajahan Turki di Balkan \, ingin mendirikan negara besar di Balkan di bawah pimpinan bangsa Serbia, yang tak disetujui oleh sebagian negara Balkan.
Pertentangan-pertentangan yang timbul di daerah Balkan ini merupakan penyebab langsung pecahnya Perang Dunia I.

2.  Terbunuhnya Franz Ferdinand
Pangeran Franz Ferdinand adalah pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria. Bersama isterinya, ia ditembak oleh Gavrilo Princip, seorang anggota kelompok teroris Serbia pada tanggal 28 Juni 1914 di Sarajevo, Bosnia.. Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia. Sebulan kemudian Austri menyatakan perang terhadap Serbia. Bersamaan dewngan pernyataan perang terhadap Serbia, Austria-Hongaria memobilisasi korps tentaranya. Austria memborbardir Boograd pada tanggal 29 Juli 1914. Ternyata Rusia pun memobilisasi tentaranya. Tindakan cepat Rusia dimaksudkan untuk menghalangi serangan Austria-Hongaria terhadap Rusia.Karena akibat alliansi , perang segera melibatkan beberapa negara . Inggris dan Perancis yang menjadi sekutu Rusia melibatkan diri dalam peperangan. Jerman sebagai sekutu Austria – Hongaria pada bulan Agustus 1914 menyatakan perang terhadap Prancis, Inggris, Belgia, dan Rusia. Api peperangan dengan cepat meluas menjadi perang dunia.Negara – negara Eropa yang berperang terpecah menjadi duablok dan saling berhadapan. Blok Sentral yang terdiri atas Jerman, Austria-Hongaria, Bulgaria, dan Turki. Sementara di Blok Sekutu yang terdiri atas Rusia,Prancis, Inggris,Serbiadan Belgia.
Agresifitas Jerman menjelang perang Dunia I dirasakan oleh negara tetangganya ( antara lain Belanda,belgia, Prancis) baik di daratan EROPA maupun di tanah jajahannya. Sekalipun pemerintah Belanda menyatakan netral, tetapi pemerintah Hindia – Belanda memusatkan perhatiannya pada pertahanan laut, dengan membangun pelabuhan –pelabuhan baru.disadari pula tidak mungkin mempertahankan wilayah yang demikian luas, tanpa diikutsertakannya penduduk pribumi.

2.3.      Alur Peristiwa Perang Dunia I

Sebulan setelah terbunuhnya Pangeran Ferdinand Austri menyatakan perang terhadap Serbia. Bersamaan dewngan pernyataan perang terhadap Serbia, Austria-Hongaria memobilisasi korps tentaranya. Austria memborbardir Boograd pada tanggal 29 Juli 1914. Ternyata Rusia pun memobilisasi tentaranya. Tindakan cepat Rusia dimaksudkan untuk menghalangi serangan Austria-Hongaria terhadap Rusia.Karena akibat alliansi , perang segera melibatkan beberapa negara . Inggris dan Perancis yang menjadi sekutu Rusia melibatkan diri dalam peperangan. Jerman sebagai sekutu Austria – Hongaria pada bulan Agustus 1914 menyatakan perang terhadap Prancis, Inggris, Belgia, dan Rusia. Api peperangan dengan cepat meluas menjadi perang dunia.Negara – negara Eropa yang berperang terpecah menjadi duablok dan saling berhadapan. Blok Sentral yang terdiri atas
Selama perang, kekuatan utama melawan sekutu para serdadu dari kedua belah berhadapan satu sama lain dengan bersembunyi didalamparit perlindungan yang panjang beberapa kilometer.perang ini lebih condong ke arah defensif. Mereka membangun pertahanan bertupa galian tanah yang memanjang dan paralel, serta memasang barikade berupa kawat yang dipasang pada garis depan. Ketika baku tembak mebangun terjadi, satu-satunya yang dilakukan adalah lari dari ledakan granat dan berharap bisa selamat.
Penggunaan gas beracun masih termasuk baru dalam perang tersebut. Namun, itu tetap memasakn jutaan korban. Sementara itu, jika musuh sudah memasuki parit, mereka bertarung jarak dekat dengan bayonet, atau sekop yang ditajamkan ujungnya. Contohnye perang parityang terkenal adalah pertempuran somme yang terjadi tahun 1916.
Namun, perangnya pun dirasakannya tidak effisen dan efektif. Serta sering kali kubu pemenang menderita kerugian berupa kehilangan prajurit hingga kurang lebih 120.000 orang dan hanya memajukan garis batas sejauh 5km. Perang ini juga lebih menyedihkan  daripada semua yang terjadi.
Selanjutnya dimulai era baru dalam persenjataan, yaitu dengan ditemukannya senappan submesin atau pistol mitraliur yang effektif digunakan pada jarak dekat. Selain iitu, ditemukan juga tank yang btaan tembahan peluru bsenapan.
Sementara itu, medan (front) pertempuran dapat digmabarkan sebagai berikut.
2.3.1.      front barat, yaitu antara jerman melawan belgia dan prancis.
2.3.2.      front timur, yaitu antara rusia mealwan australia – hungaria dan prusia timur.
2.3.3.      front selatan, yaitu antara italia melawan australia – hungaria dan jerman
2.3.4.      front balkan dab timur tengah, yaitu daerah pertempuran negsara australia – hungaria, inggris turki, yunani, bulgaria, dan mesir
2.3.5.       front asia – pasifik, yairu daerah pertempuran anatar sekutu dan jepang yang dibantu oleh negara negara asia - pasifik

2.4.      Akhir dari Perang Dunia I

Pada 3 Oktober 1918, kanselir baru Jerman, Max von Baden mengirim telegram kepada Presiden AS Woodrow Wilson untuk meminta gencatan senjata sekaligus pembicaraan damai. Sebagai isyarat perjanjian damai serta dalam rangka menciptakan stabilitas di Eropa, Wilson mengajukan 14 poin yang harus diterima oleh Jerman. Itulah awal berakhirnya Perang Dunia I pada 11 November 1918 perang secara resmi berakhir. Rencana 14 poin yang di ajukan oleh Wilson adalah sebagaiaberikut :

2.4.1.      Diplomasi yang terbuka tidak boleh ada perjanjian rahasia antar kekuatan.
2.4.2.      Kebebasan navigasi, laut harus bebas baik pada masa damai ataupun pada masa perang.
2.4.3.      Perdagangan bebas, hambatan – hambata perdagangan antar negara seperti bea masuk, harus dihapus.
2.4.4.      Perlucutan senjata multilateral, semua negara harus mengurangi kekuatan anggota senjatanya ke level yang serendah mungkin.
2.4.5.      Koloni, penduduk di koloni – koloni Eropa harus diberi kesempatan untuk bersuara mengenai masa depan mereka.
2.4.6.      Rusia harus diijinkan untuk menjalankan pemerintahan apapun yang diinginkannya dan pemerintah itu , harus diterima, didukung, dan disambut.
2.4.7.      Belgia harus dikosongkan dan dikembalikan ke situasi sebelum perang.
2.4.8.      Perancis harus memiliki Alsace – Lorraine dan setiap tanah yang diambil dari Perancis selama perang dikembalikan.
2.4.9.      Perbatasan Italia harus diesuaikan kembali menurut identitas nasional , atau kebangsaaan.
2.4.10.  Hak menentukan jati diri bangsa  ( self – determination ) , kelompok – kelompok bangsa di Eropa harus , sedapat mungkin, diberikan kemerdekaannya
2.4.11.  Rumania, Montenegro, dan Serebia harus dikosongkan dan Serbia hars memiliki akses menuju ke laut.
2.4.12.  Orang – orang Turki Ottomant harus di perintah oleh orang Turki Ottomant sendiri, dan orang – orang non Turki Ottomant di wilayah – wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh turki ottoman harus diberi kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri.
2.4.13.  Polandia harus menjadi sebuah negara yang merdeka dengan akses menuju ke laut.
2.4.14.  LBB , Liga Bangsa – Bangsa perkumpulan yang mencakup semua bangsa harus dibentuk untuk menjamin perdamaian Dunia  di masa depan.

Jerman berharap perjanjian damai akan didasarkan pada ke- 14 poin tersebut. Namun, negosiasi antara Lloyd George dari Inggris, Orlando dari Italia , Selemen Ceau, Woodrow Wilson dari Amerika Serikat pada tahun 1919 menemui jalan buntu. Namun, Perancis menganggap ke – 14 poin itu terlalu lunak dan ingin agar negara – negara yang kalah dihukum berat. Tujuannya supaya Jerman tidak akan bisa lagi memulai perang lain. Secara pribadi Lyyod George memihak kepada Wilson.
Pada akhirnya perjanjian pun tercapai,. Jerman dipanggil ke Versailles untuk menandatangani pernjanjian itu pada 28 Juni 1919, oleh karena itu disebut perjanjian Versailles.Tetapi dalam kenyataanya perjanjian itu tidak sama dengan ke – 14 poin  yang diajukan Wilson. Total ada 440 klausul dalam perjanjian final tersebut. 26 kalusul pertama berkaitan dengan pembentukan Liga Bangsa – Bangsa ( LBB) , 414 klausul sisanya mendeskripsikan  hukuman bagi Jerman.

Berikut adalah klausul – klausul :

1.      Klausul – klausul umum
-          Pembentukan Liga Bangsa – Bangsa
-          Klausul rasa bersalah mengenai perang : Jerman menerima kesalahan sebgai pemicu perang.
2.      Klausul – kalusul keuangan
-          Jerman harus membayar (lira) 6600 juta akibat kerusakan – kerusakan yang disebabkan oleh perang.
3.      Kalusul – klausul milliter
-          Angkatan darat Jerman harus dikurangi menjadi 100 ribu orang dan pengadaan serta pengguanaan teng tidak diijinkan.
-           Jerman hanya diijinkan memiliki 6 kapal dan tidak boleh ada kapal selam
-          Jermantidakdiijinkan memiliki angkatan udara
-          Wilayah Rhine land harus bebas dari personel militer dan persenjataan Jerman.
4.      Klausul – klausul treritorial
-          Jerman tidak diijinkan tergabung denga Austria
-          Jerman kehilangan sebuah wilayah. Alsacce – Loraine dikembalikan ke Perancis, Eupen dan Malmedy diberikan ke Belgia, North Schleswig diberikan ke Denmark. Sebagian wilayah yang sebelumnya dikuasai Jerman juga diberikan kepada cekoslovakia dan polandi. Liga Bangsa Bangsa mengambil alih koloni – koloni Jerman.
Jerman yang sebeelumnya berharap agar perjanjian tersebut didasrkan pada ke- 14 poin Wilson , merasa tidak puas dengan ketentuan – ketentuan Versailles. Isinya dinilai terlalu berapt dan merugikan Jerman. Namun, mereka tidak memilikipilihan lain.

2.5.      Konsekuensi Politis , Ekonomi, Sosial Dan Budaya Perang Dunia I

2.5.1.      Konsekuensi Politis , Ekonomi, Sosial Dan Budaya Perang Dunia I bagi Dunia

1.      Kemunduran Eropa dalam segala bidang

Kemunduran yang merosot dalam segala bidang terjadi di kawasan Eropa terutama dalam bidang militer dan ekonomi. Kelumpuhan Eropa ini sebagian besar terjadi akibat angka kematian yang sangat tinggi. Seperti di Perancis, sekitar 20 % dari kaum laki – laki yang memenuhi syarat untuk mengikuti dinas militer tewas dalam perang. Sementara itu, kerusakan terjadi pada jalan, rel kereta api serta lahan pertanian dan infrastruktur yang penting lainnya yang terjadi hampir di semua negara, meskipun dengan skala yang berbeda. Kemudian selama perang terjadi blokade dan gangguan pengiriman barang. Biaya perang diperkirakan mencapai sekitar 195,6 milliar dolar AS ( disesuaikan dengan nilai dolar tahun 1990). Keruntuhan Eropa ini mendorong seorang filsuf kenamaan, Oswald Spengler, untuk menulis sebuah buku yang berjudul, “Der Untergang des Abendlandes” (Jatuhnya Negeri Eropa).

2.      Runtuhnya empat kekaisaran besar
Perang Dunia I mendorong runtuhnya kekaisaran – kekaisaran tua yang sudah berdiri selama berabad abad lamanya yang diantaranya adalah Hadsburg dan Romanov. Kedua kekaisaran tersebut telah mendominasi peta politik Eropa  selama berabad – abad. Kedua kekaisaran tersebut kemudian runtuh setelah setelah terjadi perang ini. Setelah kekaisaran – kekaisaran itu runtuh maka terbentuklah berbagai pemerintahan –pemerintahan “pengganti”, yang selanjutnya membuka jalan bagi terbentuknya negara negara baru. Wujud nyata dari terbentuknya berbagai negara- negara baru terbentuknya negara seperti Yugoslavia, Cekoslovakia, Austria, Hungaria, dan Polandia yang sangat berperan dalam mengukuhkan demokrasi di Eropa Tengah dan Timur , serta menjaga kemungkinan serangan dari Rusia yang beraliran komunis.

3.      Berkembangnya komunisme

Komunisme pada dasarnya sebua paham yang mengklaim bahwa sistem ekonomi kapitalisme tidak saja gagal memperbaiki nasib kaum buruh, tetapi  lebih daripda itu, sistem ini tidak adil karena menempatkan kekayaan – kekayaan ( berupa alat produksi) pada segelintir orang serta menjadikan sebagian orang yaitu buruh hanya sebagai alat produksi semata yang dikuasai kaum kapitalis yang jumlahnya lebih sedikit itu.
Saat Perang Dunia I paham ini sudah tersebar merata di setiap negara Eropa, kendati belum berhasil mempengaruhi pemerintah. Pasca Perang Dunia I paham ini semakin diminati, terutama di tengah krisis ekonomi yang parah akibat perang. Bahkan perang ini meningkatkan karakter revolusioner paam ini, dengan Rusia sebagai pelopornya. Pemicu nya adalah keterlibatan Rusia di bawah rezim Tsar, dalam perang Dunia I. Sehingga memicu antipati dan ketidakpuasan dikalangan rakyat Rusia, terutama para petani dan buruh yang merupakan pihak yang paling menderita selama perang.
Sehingga kekecewaan ini memuncak kaum Bolshevik (kaum komunis), kemudian melakukan pergerakan massa buruh dan petani ( Soviets ) untuk menggulingkan rezim Tsar pada Oktober 1917 dan mendirikan Uni Soviet yang beraliran komunis.

4.      Berkembangnya fasisme di Jerman dan di Italia

Asas – asas fasisme adalah prinsip nasionalisme eksterm, totalitarianisme, kemandirian ekonomi, dan kekuatan militer.
Pada bangsa Italia gerakan fasisme ini dikerahkan dengan faktor Italia mengalami krisis sumber daya  dikarenakan sumber daya Italia terkuras untuk membiayai jalannya perang hingga Italia terbelit hutang , walaupun Italia berada pada kemenangan. Kemudian, pada saat bangkitnya komunisme di Rusia telah menarik perhatian banyak orang di Italia, khususnya orang kaya dan pemilik tanah yang kaya yang takut kehilangan tanah mereka. Selain itu Italia telah dirugikan oleh perjanjian Versailles, yaitu kehilangan daerah yang sebelumnya telah dijanjikan akan menjadi milik Italia diantaranya adalah daerah Dalmatia, Adalia, dan Agea. Selain itu faktor anggapan banyak orang mengenai pemerintah yang sangat lemah dan ragu.
Kondisi – kondisipascaperang di Jerman juga akhirnya memunculnya fasisme yang didorong oleh faktor ekonomi yaitu hiperinflasi dan menumpuknya hutang pasca perang. Faktor lainnya yang menyebabkan munculnya gerakan fasisme di Jerman adalah :
-          Adanya keinginan Jerman untuk membalas kekalahannya dalam Perang Dunia I
-          Tidak populernya Republik Weimar karena dianggap tidak becus mengatasi masalah – masalah negara terutama krisis ekonomi.
-          Perlakuan kasar terhadap Jerman melalui perjanjian Versailles.
-          Ketakutan yang besar akan komunisme.
-          Tumbuhnya nasionalisme dan patriotisme di kalangan pemuda, yang tumbuh di bawha agitasi dan propaganda selama masa perang.

5.      Berkembangnya seni

Perang Dunia I meninggalkan beberapa kekecewaan dan trauma bagi semua rakyat yang mengalaminya. Kekecewaan ini terwujud dalam beberapa cara, memicu beragam gerakan seni, sastra, filsafat, musik, dan budaya. Seni yang diciptakan pada masa pascaperang ini bersifat suram dan sinis, melawan tatanan, meninggalkan tradisi dan di atas semuanya itu mengekspos kelemahan bangsa Barat. Gerakan – gerakan abstrak seperti sulearisme , minimalisme, dan futurisme berkembang.

6.      Mulainya masa penderitaan bagi warga Arab - Palestina

Penderitaan yang dialami bagi penduduk warga Arab – Palestina yaitu penduduk Arab – Palestina merasa tersingkirkan karena banyaknya imigrasi Yahudi yang tumbuh pesat datang ke tanah Arab. Kemudian,kaum Yahudi menempati komunitas – komunittas Yahudi yag didirikan di atas tanah yang telah dibeli secara legal oleh agen – agen Zionis dari tuan tanah Arab hingga menyebabkan pembelian tanah ini menggusur para petani penggarap tanah Arab. Kondisi ini membuat warga Arab meras tersingkirkan .
Awal dari kejadian ini bermula pada tahun 1914 – 1918 saat Perang Dunia I pecah kelompok Zionis dan pelopor pergerakan nasionalisme Arab bergabung dengan Inggris dan Perancis .  Pada saat itu Inggris memegang kekuasaan di daerah Irak dan Palestina , sedangkan Prancis memegang daerah Suriah dan Libanon. Di pihak Inggris, Arthur James Balfour selaku Menteri Luar Negeri Inggris melakukan gerilya diplomatik bersama pemimpin komunitas Yahudi di Inggris dari pihak Zionis kaumBaron Rothschild. Setelah itu, Balfour membuat pernyataan pada 2 November 1917, yang dikenal dengan Deklarasi Balfour , yang isinya bahwa Inggris akan mengupayakan Palesina sebagai rumah bagi bangsa Yahudi, tetapi dengan jaminan tidak akan mengganggu hak keagamaan dan sipil warga non- yahudi di palestina. Dengan isi yang sedemikian mendukung pembentukan negara Yahudi yang dicita-citakan oleh kelompok Zionis, maka Deklarasi Balfour dianggap sebagai terbentuknya negara Yahudi, yaitu Israel.Selama masa mandat Palestina ini , imigrasi Yahudi tumbuh dengan pesat karena mendapat dukungan dari Inggris, imigrasi ini juga didorong maaraknya gerakan anti Semit di Eropa, misalnya di Ukraina yang mengakibatkan setidaknya 100.000 orang Yahudi tewas di bunuh pada tahun 1905. Kemudian pada taun 19191 – 1926 sedikitnya 90.000 imigran Yahudi tiba di Palestina. Begitulah sebab dari mulainya penderitaan bangsa Palestina, selain itu, warga Arab Palestina menentang gelombang imigrasi Yahudi ini karena mereka khawatir, semakin banyaknya warga Yahudi akan mengancam identitas nasional mereka. Akibatnya sejak tahun 1920-an , ubungan antara kelompok Yahudi dan Arab di Palestina memanas dan bentrok kekerasan anatara kedua kubu semakin sering terjadi, dari berlangsung hingga kini.

2.5.2.      Konsekuensi Politis , Ekonomi, Sosial Dan Budaya Perang Dunia I bagi Indonesia


1.      Meningkatnya gerakan nasionalisme dan Doktrin Wilson

Pada Januari 1918, Presiden AS Woodrow Wilson ( 1856 – 1924 )mengumumkan 14 butir dasar penyelesaian yang adil untuk mengakhiri Perang Dunia I ( 1914 – 1918 ). Butir ke – 10 dari ke 14 butir gagasan Wilson tersebut sangat mempengaruhi organisasi pergerakan di tanah air khususnya Perhimpunan Indonesia ( PI ) dan Perhimpunan Nasional Indonesia (PNI). Butir ke 10 tersebut menegaskan pengakuan terhadap hak menentukan nasib sendiri ( right of self- determination) bagi bangsa – bangsa yang dikuasai oleh empat imperiumbesar, yakni Jerman, Austria – Hongaria, Outtoman, dan Rusia. Hal itu terbukti karena banyak negaara baru terbentuk pasca Perang Dunia I.

2.      Berkembangnya paham komunisme

Paham komunis pertama kali dibawa ke Indonesia oleh H.J.F.M. Sneevliet pada ahun 1913. Pada tahun 1914, ia mendirikan sebuah organisasi yang bercorak Marxis bernama Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) yang berpusat di Semarang. Awalnya komunisme tidak mendapat tanggapan di Indonesia, kemudian muncul ide dalam diri Sneevliet untuk bergabung dengan sebuah organisasi lain yang sudah ada. Ide ini tidak berhasil diwujudkan. Akhirnya ISDV masuk dan menjalin hubungan dengan tokoh – tokoh organisasi Sarekat Islam (SI). Politik infiltrasi ( menyusip ) ISDVini berhasil mempengaruhi dua orang pimpinan Sarekat Islam (SI) cabang Semarang yang terkenal militan dan berbakat, yaitu Semaun dan Darsono.



BAB III
KESIMPULAN


Puji dan Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dengan selesainya makalah “Perang Dunia I ” ini. Atas dukungan moral dan materi diberikan penyusun makalah maka mengucapkan terima kasih kepada Bapak Guru \ yang telah memberi bimbingan dan memberi kesempatan kepada kami untuk menyusun makalah ini sehingga kami bisa mengembangkan ide  juga kepada teman – teman yang telah memberi bantuan  dan dukungannya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini. Adapun materi yang dibahas pada makalah ini semuanya untuk diinformasikan kepada semua orang agar dapat memperoleh ilmu yang disampaikan.Kami menyadari makalah ini belum sempurna terutama dari segi materi yang dibahas. Oleh karena itu kami minta bantuan,saran dan bimbingannya dari semua pihak yang sangat penting untuk penyempurnaan makalah ini.
Garut , 06 Januari 2016

Tim Penyusun
















DAFTAR PUSAKA
Hapsari Ratna dan Adil M, 2013, Sejarah Kelompok Peminatan Ilmu – Ilmu Sosial untuk SMA/MA Kelas XI,Jakarta, Penerbit Erlangga
Supriatna Nana,SE.MM, 2010 , Ensiklopedia IPS Jilid 4, Multazam Mulia Utama, Kementrian Pendidikan Nasional.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar